Hi.... kawan...
Teman adalah hadiah dari Yang Di Atas buat kita.
Sperti hadiah, ada yg bungkusnya bagus dan ada yg bungkusnya jelek.
Yg bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yg menarik.
Yg bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, tau kepribadian yg biasa saja, atau malah menjengkelkan.
Sperti hadiah, ada yg isinya bagus dan ada yg isinya jelek.
Yg isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama.. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.
Yg isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru krn ia tdk merasakan cinta dlm hidupnya.
Sayangnya yg kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah , dll.
Kita tidak suka dengan jiwa2 semacam ini dan mencoba menghindar dr mereka.
Kita tdk tau bahwa itu semua bukanlah krn mereka pd dasarnya buruk, ttp ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta krn justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita u/ mendengarkan luka2 terdalam yg memasung jiwanya.
Bagaimana bisa kita mengharapkan seorang yg terluka lututnya berlari bersama kita ?
Bagaimana kita bisa mengajak seorang yg takut air berenang bersama ?
Luka di lututnya dan ketakutan thd air-lah yg mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka krn tidak berlari atau berenang bersama kita.
Meeka tdk akan bilang bahwa “lutut” mereka luka atau mereka takut “air”, mereka akan bilang bhw mereka tdk suka belari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. It’s a defense mechanism.
Mereka tdk akan bilang, aku tdk bisa menari.
Mereka akan bilang, “ Menari itu tidak menarik.”
Mereka tdk akan bilang, aku membutuhkan kamu
Mereka akan bilang, “ Tidak ada yg cocok denganku.”
Mereka tidak akan bilang, aku ini butuh diterima.
Mereka akan bilang, “ Aku ini buruk, siapa yg bakal tahan denganku.”
Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek, jangan tertipu oleh kemasan.
Hanya ketika kita bertemu jiwa, kita tahu hadiah yg sesungguhnya yg sudah disiapkanNya buat kita.
********************************
Tulisan di atas, gue nyontek di salah satu forward-an temen choice ;p bagus bgt seh... gue emang gak pernah milih2 temen sejak gue kecil dulu... n perasaan gak pernah membenci atau dendam sama orang, soale perasaan bhw diri kita dibenci oleh seseorang itu gak enak bgt tau.... skrg gue sedang mengalaminya... bukan mau cari siapa yg salah atau benar... gue berharap dia gak bersikap childish gitu... gue msh mencoba bersikap baik, contohnya ada duit dia yg lebih di gue... bener kan kalo gue balikin, kalo gak gue balikin malah gue kantongin sendiri naa baru itu namanya memakai duit haram :)) ... ehh, ini malah disalah artikan, melalui seorang teman dia minta semua surat2 penting yg ditipkan ke gue.... kog gak mau minta sendiri yaa ? dulu dia yg nitip sendiri ke gue, kalo diminta balik secara baek2 masa’ gue gak balikin.... gue bingung lo, garuk2 kepala yg gak gatal... dia bilang gue jahat.... apakah sikap disiplin bisa dikategorikan kejahatan yaah ?
Mungkin seh gue termasuk strict bgt.... maklum pegang keuangan perusahaan *apa seh yg gak gue urusin di kantor ini... kecuali yg bukan wewenang n tugas gue donk* disiplin n strict itu udah jadi prinsip..... orang mo nangis2 minta kasbon juga, gue gak bakalan tergerak... urusan soal uang emang kadang sulit... pinter2nya gue aja mengendalikan diri di tengah sistem manajemen keluarga yg menurut gue udah ketinggalan jaman ini *tp boss bisa kaya lo dgn sistem ini ;p*
God, plez make my heart free from hearted.... krn dibenci orang ternyata bikin perasaan gue gak nyaman.... n gue gak mau bikin orang laen merasa gak nyaman kalo gue benci sama orang itu..... let’s make this world be a peaceful place ^__^

No comments:
Post a Comment