Wednesday, November 23, 2005

Antara miskin dan kaya

Sore itu, seperti biasanya penjual sate itu berkeliling dengan sepeda menjajakan dagangannya... teriakan khasnya : sate..sate... terdengar menggema di kompleks..

Tak terasa waktu sudah berlalu begitu cepat... tahun demi tahun... setiap sore yang sama, dengan teriakan yg sama, menjual sate sebagai rutinitas pekerjaannya... paman penjual sate itu tampak makin tua sekarang dengan bertambahnya uban yang semakin terlihat dan raut wajahnya yang keriput, sepedanya juga ikut bertambah usia dan terdengar dari bunyi ber-keriyut ketika dikayuh...

Seorang paman yang lebih tua lagi melintas, juga mengayuh sepeda... dia berdagang juga...
siomae yang dulu enak sekali, membuat aku selalu ingin menikmatinya di sore hari...
tapi sekarang raa siomae itu sudah tidak enak lagi... sejak beberapa bulan yang lalu aku sudah tidak selera setiap kali melihat dia lewat menawarkan dagangannya... pernah saking laparnya aku beli juga, bukan karena rasa tapi karena lapar dan kasian melihatnya...

Pukul lima sore adalah waktu pulang kantor, setiap sore dalam perjalanan pulang aku suka memperhatikan jalan - jalan yang aku lewati... berbagai jenis mobil rame melintas di jalan, terkadang terjadi kemacetan *biasa itulah Jakarta* dari mobil yang tua sampe mobil mewah jenis - jenis sedan... dulu sebelum BBM naik harga, sepanjang perjalanan itu paling tidak aku melihat 5 - 6 mobil toyota harrier melintas... aku tidak tau pasti harganya, tp yang punya pasti orang kaya kan?
terkadang sempat juga terlihat mobil jaguar... wah hebat yaa, hidup susah gini tapi ada yg mobilnya jaguar...

mungkin tidak bisa menilai hidup tentang kaya dan miskin dari apa yg kulihat di perjalanan pulang tiap sore ini... tidak bisa mengatakan bahwa sudah berusaha tetapi tetap miskin... tidak tau apakah pemilik mobil mewah itu adalah pengusaha yang bekerja keras ato memang sudah terlahir kaya.... selamanya tetap ada yang miskin dan tetap ada yang kaya... roda dunia terus berputar....

No comments: